Peran Sebagai Narasumber


Mencoba berperan lebih dengan memilih masuk ke tim materi Binar. Awalnya hanya sebagai host atau moderator kemudian melebarkan sayap di batch 9 dengan berperan sebagai Narasumber. Bukan untuk gagah-gagahan tetapi untuk menjajal kemampuan diri bisakah berperan sejauh itu.

Memilih materi STPPA dan menyusun menu bermain sebagai bahan untuk kuolah dan kusajikan kepada member grup binar batch 9. Ada rasa takut dan was-was apalagi menyusun bahan materi. Alhamdulillah berkat kebaikan ketua Binar yaitu mba Setyorini bahan materi beliau boleh aku gunakan dengan tetap kusertakan nama beliau. 

Kupelajari materinya yang berbentuk pdf dan pemaparan serta pertanyaan dan jawaban dengan judul materi yang sama. Banyak input positif yang kudapatkan lalu kukaitkan dengan pengalaman selama membersamai Agha bermain yang merupakan sarana belajarnya untuk mengembangkan aspek perkembangannya.

Stppa memang bukan satu-satunya acuan atau indikator untuk mengetahui perkembangan anak tetapi untuk lebih memudahkan dan menyeragamkan maka dipilihlah STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK.

STPPA kriteria minimal tentang kualifikasi perkembangan anak yang mencangkup 6 Aspek perkembangan yaitu :

1. Moral dan Agama

2. Motorik halus dan kasar

3. Seni

4. Kognitif

5. Bahasa

6. Sosial kemandirian

Sekalian dikupas disini deh aspek ini apa saja :(berdasarkan pemaparan bunda setyorini di batch 8)

1. Motorik Kasar

Aktivitas motorik yang mencangkup perkembangan otot-otot besar yang menuntun keseimbangan dan kekuatan fisik .

Contohnya duduk, berlari, melompat, merangkak, dsb

❤️ Motorik Halus 

Aktivitas motorik yang mencangkup otot-otot kecil serta koordinasi mata dan tangan

Contohnya meronce, menyendok, menggunting, dsb

2. Aspek Kognitif

A. Belajar Menyelesaikan Masalah Belajar dan Pemecahan Masalah: mampu memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang fleksibel dan diterima sosial dan menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks yang baru. 

B. Berfikir logis: mengenal berbagai perbedaan, klasifikasi, pola, berinisiatif, berencana, dan mengenal sebab akibat. 

C. Berfikir simbolik: mengenal, menyebutkan, dan menggunakan lambang bilangan 1-10, mengenal abjad, serta mampu merepresentasikan berbagai benda dalam bentuk gambar.

3. Aspek Bahasa

1. Memahami (reseptif) bahasa: memahami cerita, perintah, aturan, dan menyenangi serta menghargai bacaan. 

2. Mengekspresikan bahasa: mampu bertanya, menjawab pertanyaan, berkomunikasi secara lisan, menceritakan kembali apa yang diketahui.

3. Keaksaraan: memahami hubungan bentuk dan bunyi huruf, meniru bentuk huruf, serta memahami kata dalam cerita.

4. Aspek Sosial Emosional dan Kemandirian

❤️ Kesadaran Diri : 

memperlihatkan kemampuan diri, mengenal perasaan sendiri dan mengendalikan diri, serta mampu menyesuaian diri dengan orang lain 

❤️ Rasa Tanggung Jawab untuk Diri dan Orang lain : 

mengetahui hak-haknya, mentaati aturan, mengatur diri sendiri, serta bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan sesama. 

❤️ Perilaku Prososial : 

mampu bermain dengan teman sebaya, memahami perasaan, merespon, berbagi, serta menghargai hak dan pendapat orang lain; bersikap kooperatif, toleran, dan berperilaku sopan.

5. Aspek Agama

Nilai-nilai agama meliputi mengenal agama yang dianut, mengerjakan ibadah, berperilaku jujur, penolong, sopan, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengetahui hari besar agama, dan menghormati (toleransi) agama orang lain.

6. Aspek Seni

Seni meliputi mengeksplorasi dan mengekspresikan diri, berimajinasi dengan gerakan, musik, drama, dan beragam bidang seni lainnya (seni lukis, seni rupa, kerajinan), serta mampu mengapresiasi karya seni.

Semua aspek tersebut disesuaikan dengan usia anak. Dalam stppa itu juga disebutkan indikator - indikator yang disesuaikan dengan aktivitas permainan. 

Bermain sendiri ada 3 tipe yaitu :

1. Bermain bebas

2. Bermain terstruktur

3. Bermain bebas terstruktur

Menyusun menu bermain ala aku biasanya sesuai tema yang telah ditentukan dalam challenge 30 hari bermain bersama anak. Menunya bisa dibuat harian, mingguan, bulanan.



Menurut kebutuhan saja. Membahas materi ini membuatku flashback ke awal berjumpa dengan Binar. Dulu sama sekali tidak tahu apa itu stppa, kurikulum yang kupikir hanya guru dan sekolah saja adanya. Ternyata bermain pun bisa dibuat kurikulumnya, jadwal atau lesson plan-nya juga.  

Saat memaparkan materi tadi Masya Allah ternyata dibelakang panggung sangat riweh haha. Rengekan Agha yang minta bermain dengan umi membuatku bersepakat dengannya selama 1 jam hihi.

Alhamdulillah pukul 12:00 bunda Artha sebagai moderator sangat membantu dan membimbingku. 11 pertanyaan yang masuk namun untuk pertanyaan kesebelas kuminta bantuan ke Bu founder yaitu Mba Nani karena memang aku kurang paham masalah penilaian.

Masya Allah peran baru sudah terlaksana meskipun masih harus banyak belajar terutama membuat materi dan lebih siap ekternal juga. (Ah)





0 komentar